RSS

Debt Colector….

05 Apr
Debt Colector….

Wah lagi rame nih bahas yg namanya “Debt Colector = Penagih Hutang”.. Baru kemarin lihat di TV kasus dimana Nasabah Citybank tewas dianiaya oleh Debt colector. Berita yg ngeri memang, Nah agar beritanya lebih jelas mari kita cari tahu lebih dalam apa sih kerjanya Debt colector,, jangan sampai kita asal men’judge seseorang dari satu sisi saja…

Debt colector (penagih hutang),, nama yg tak lazim lg kita dengar. Tugas mereka adalah menagih orang2 yang punya hutang, pembayaran kartu kredit yang jatuh tempo, dll. Biasanya mereka bekerja melalui kerjasama dengan lembaga2 perbank’an dan perusahaan finance..

Tugas mereka berat,, sangat beresiko dengan kematian.. Kenapa tidak, selama ini kerja mereka cenderung kasar, sehingga ini memicu masyarakat di lingkungan sekitar kejadian kadang ikut naik pitam. Sebagai contoh kejadian di Cianjur dimana seorang penagih hutang yang dikenal sebagai preman kampung tewas mengenaskan di hakimi massa. Korban yang berusia 35 tahun ini sebelumnya menagih hutang di Kampung Sirnagalih Kecamatan Pagelaran, Cianjur Selatan, Jawa Barat. Namun karena cara menagih korban yang kasar, akhirnya ratusan warga setempat menjadi marah dan meneriaki korban maling hingga akhirnya korban dihakimi hingga tewas dengan kondisi yang mengenaskan.

Korban yang sempat lari saat diteriaki maling akhirnya tertangkap ratusan warga yang menggejarnya dan dihakimi hingga tewas di tengah persawahan. Setelah melakukan olah TKP petugas kemudian memintai keterangan 7 orang saksi mata. Hm….sadis bukan .. ya,,,inilah realitanya. Sistem penagihan yg cenderung kasar ini yg memicu terjadinya amuk massa. Padahal jika kita lihat dari sisi lain, mereka kerja berdasarkan perintah dari lembaga2 yg memperkerjakannya. Sewajarnya sudah sepantasnya saat kita mempunyai tanggungan, ntah itu hutang atau kartu kredit, dll harusnya ketika jatuh tempo ya harus melunasi. Keadaan seperti inilah yg akhirnya pihak lembaga terpaksa menugaskan debt colector.

Nah yg salah disini bukan debt colector’nya, tapi menurut saya yg salah adalah sistem penagihannya. Sampai saat ini debt colector di Indonesia cenderung masih dengan cara yg kasar, padahal apa yg mereka lakukan tersebut telah di atur dlam UU. Sudah sepantasnya hal ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih  memperhatikan syarat2 debt colector yg legal terutama para penggunanya, artinya apa yg mereka lakukan harus disesuaikan dengan UU yg ada, agar bisa dipertanggungjawabkan di ranah Hukum.

 
Leave a comment

Posted by on April 5, 2011 in Umum

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: