RSS

Student Center Learning..”

06 Apr
Student Center Learning..”

Aha…kali ini kita akan bahas yg namanya SCL (Student Center Learning).. Kebetulan tadi sore baru saja dapat ilmu tentang metode pembelajaran dari dosen saya..

Ok yg namanya SCL adalah merupakan metode pembelajaran dimana fokus utama adalah kemampuan dari mahasiswa dalam mencari tahu sebnyak-bnyaknya apa yg menjadi topik pembicaraan. Pada SCL biasanya akan lebih banyak dijumpain kasus. Hal ini ditujukan agar mahasiswa aktif dalam mencari tahu sebanyak-banyaknya tentang kasus tersebut. Bahkan metode ini cukup ampuh, terkadang justru apa yg diketahui oleh mahasiswanya lebih banyak dari dosen. Sehingga dosen kualahan dalam menjawab pertnyaan dr mahasiswanya..

Metode ini disebut “problem based learning“, namun untuk sampai ke langkah ini ternyata tidak semudah itu. Ibarat kita ingin menguasai matematika tentunya kita mesti tahu dasar2 dari matematika itu sendiri. Mulai dari mengenal angka2 sampai tahap berikutnya. Metode ini diterapkan melalui problem based/permasalahan, biasanya mahasiwa dibuat kelompok belajar kecil yg idealnya tidak lebih dari 5 atau 7 orang. Hal ini karena jika terlalu bnyk peserta maka hasil diskusi tidak akan efektif, yg ada malah pada ribut sendiri..

Metode SCL kini dianggap lebih sesuai dengan kondisi ekstemal masa kini yang menjadi tantangan bagi mahasiswa untuk mampu mengambil keputusan secara efektif terhadap problematika yang dihadapinya. Melalui penerapan SCL  mahasiswa harus berpartisipasi secara aktif, selalu ditantang untuk memiliki daya kritis, mampu menganalisis dan dapat memecahkan masalah-masalahnya sendiri. Tantangan bagi dosen sebagai pendamping pembelajaran siswa, untuk dapat menerapkan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa perlu memahami tentang konsep, pola pikir, filosofi, komitmen metode, dan strategi pembelajaran. Untuk menunjang kompetensi dosen dalam proses pembelajaran berpusat pada mahasiswa maka diperlukan peningkatan pengetahuan, pemahaman, keahlian, dan ketrampilan dosen sebagai fasititator dalam pembelajaran berpusat pada siswa

SCL ini di Indonesia mulai diberlakukan sejak tahun 2007, namun belum ada yg menerapkannya secara murni. Masih bnyak campur tangan metode pembelajaran lain. Hal ini dipengaruhi karena berbagai faktor, diantaranya fasilitas, budaya, kemampuan pengajar, dll.

Sebagai contoh sekarang ini sering kita dengar kata Matrikulasi.. Ya matrikulasi adalah pemberian mata kuliah dasar, biasanya diberikan pada orang2 yg berasal dr luar jurusan. Misal orang berlatar blkng keperawatan ingin meneruskan ke jenjang S2 jur.Kesehatan masyarakat. Maka mereka akan diberi modal dasar pngthuan tentang kesehtn masyrakat itu.. Ini artinya SCL tidak bisa diberlakukan secara murni, hal ini karena kita tentu butuh modal awal dalam mempelajari bahasan baru. Tidak akan nyambung orang keperawatan jika dari awal apa yg dibahas adalah permasalahan kes.mas, tentunya perlu modal2 tentang apa itu kes.mas, lingkupnya ap aja, dsb..

Oleh karena itu, dalam pembelajaran biasanya metode SCL ini diberikan pada tahap akhir perkuliahan dimana pada saat itu mahasiswa telah dianggap mampu menguasai materi. Misal dalam sistem perkuliahan S1, idealnya SCL diberikan pada semester 5, 6, 7 sehingga apa yg diharapkan dr SCL ini dapat tercapai..

Era terus berubah,, sebagai pengajar tentu kita harus mampu menyesuaikan pola pembelajaran kita dengan keadaan dan situasi terkini. Jangan kita menjadi orang yg ngotot dalam mempertahankan keyakinan mengajar kita yg lama..

 
Leave a comment

Posted by on April 6, 2011 in Umum

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: