RSS

Kedai Nostalgia Jogja

18 Apr

Konsep rumah makan bagi kalangan berduit identik dengan suasana modern. Tetapi konvensi seperti itu tidak berlaku bagi beberapa warung makan ‘kelas kaki lima’ di Jogja. Meski konsep berdagang mereka sangat tradisional, toh mereka yang berkantong tebal pun rela mengantri berlama-lamauntuk mendapatkan sepiring makanan yang dipesan.

Warung sederhana dengan tempat dan pernagkat yang sederhana, namun cita rasanya tak akan mudah dilupakan. Beberapa warung sederhana yang biasa dijadikan tempat ‘rekreasi’ kaum borjuis ini antara lain :

– Soto Sulung Stasiun Tugu berlokasi di ruko parkir selatan Stasiun Tugu
– Soto Cak Noer berlokasi di daerah Jalan Cebongan
– Es Teller Kridosono berlokasi di utara Sport Hall Kridosono

Walaupun modernisasi sudah menjelajahi hamper seluruh sendi kehidupan, namun warung-warung tersebut tak pernah ditinggalkan penggemarnya. Konsep marketing mereka hanya mengandalkan ‘mulut’ pelanggan yang pernah merasakan kelezatan hidangan yang pernah menikmati masakan mereka.

Fanatisme itu sangat dirasakan oleh Maryono, pemilik Soto Sulung Tugu. “Mencengangkan”, katanya, ada pelanggan yang sejak dari mahasiswa sampai jadi pejabat tinggi negara masih suka ‘nongkrong’ di warungnya yang bisa dikatakan tidak mengalami perubahan sejak dulu.

“Apabila bulan Juni-Juli, masa liburan sekolah, bekas mahasiswa yang dulu suka nongkrong di sini masih sering bernostalgia. Yang paling sering ya Pak Mahfud MD (mantan Menhankam), dan Pak Hasbalah ( mantan Men HAM)”, cerita Maryono.

Hal serupa juga dituturkan Cak Noer, pemilik Soto Cak Noer. Kebanyakan pelanggan lama sejak masih sekolah SMA dan semasa kuliah saat masih memulai usaha dengan mendorong gerobag soto di daerah Poncowinatan di tahun 1982’an. “ Sampai sekarang, meski warung sudah pindah berkali-kali, pelanggan saya tetap mencari dan menjadi pelanggan tetap di sini”, jelas Cak Noer.

Sedangkan Es Teller Kridosono begitu melekat bagi lulusan mahasiswa UGM dan SMA Negeri 3 Jogja. “Saat mereka liburan ke Jogja, pasti mereka menyempatkan mampir, meski sekarang sudah menjadi pejabat negara. Bahkan mereka kadang membawa seluruh anggota keluarga mereka. Di sinilah mereka bercerita saat mereka melewatkan masa-masa kuliah atau sekolah di Jogja”, jelas Winuranto Adi pemilik Es Teller Kridosono.

Kedai Nostalgia, bisa jadi sebutan yang pas. Walaupun ada sedikit inovasi, itu jelas dilakukan sebagai penambah kenikmatan. Namun, citarasa dan suasana tradisional tak bisa direkayasa. Jika Anda datang ke Jogja sempatkanlah mampir di tempat-tempat makan ini, siapa tahu bisa menjadi Kedai Nostalgia Anda juga. (Jo)

Beberapa tempat makan tradisional lain yang direkomendasikan:

– Soto Sapi Pak Soleh, berlokasi di Jl. HOS Cokroaminoto
– Gudeg Permata, berlokasi di sebelah barat Bioskop Permata
– Bakmi Bu Ning, berlokasi di sebelah barat jembatan Taman Sari
– Bakmi Kadin, berlokasi di barat Gereja Bintaran


 
Leave a comment

Posted by on April 18, 2011 in Kuliner

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: