RSS

PANDUAN TEKNIS PELAKSANAAN UTS/UAS

11 Nov

PANDUAN TEKNIS
PELAKSANAAN UJIAN MAHASISWA

Pasal 1
Fungsi dan Jenis Ujian

1. Ujian diselenggarakan untuk mengevaluasi keberhasilan belajar mahasiswa
2. Jenis ujian meliputian Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS) dan Ujian Komprehensif.

Pasal 2
Jadwal Ujian

Jadwal ujian ditetapkan oleh Ka.Prodi merujuk pada Kalender Akademik STIKes Buana Husada Ponorogo dan diberitahukan kepada Dosen sebelum pelaksanaan Ujian

Pasal 3
Waktu dan Pengaturan Ujian Tengan Semester

1. Waktu pelaksanaan UTS disesuaikan dengan jadwal kuliah dosen yang bersangkutan, sehingga waktu, tempat dan lama ujian sama dengan jadwal perkuliahannya.
2. Tempat duduk, tata tertib, dan pengawasan UTS diatur oleh Dosen/ Asistennya.
3. Dosen/ asisten mempersiapkan naskah soal ujian.

Pasal 4
Persyaratan dan Penggandaan Soal

1. Syarat Mengikuti UTS
(a) Mahasiswa telah tercatat mengambil mata kuliah yang bersangkutan;
(b) Memenuhi kuliah sekurang-kurangnya 7 kali pertemuan perkuliahan;
2. Penggandaan soal, honorarium, dan lain-lain diselenggarakan oleh Jurusan/Program Studi dan berkoordinasi dengan BAU/Bendahara;
3. Setiap dosen/ asisten pemegang mata kuliah dapat menyelenggarakan UTS apabila perkuliahan sekurang-kurangnya telah berlangsung tujuh (7) kali;
4. Bagi mahasiswa yang karena sesuatu hal yang legal tidak dapat mengukuti UTS, dapat dilaksanakan pada masa ujian susulan.

Pasal 5
Persiapan Umum UTS / UAS

1. Pada perinsipnya UTS/UAS diselenggarakan oleh dosen mata kuliah bersangkutan, dalam hal diperlukan Ka.Prodi dapat membentuk panitia UAS;
2. Pembentukan dan pengangkatan Panitia UTS/UAS ditetapkan oleh Surat Keputusan STIKes Buana Husada Ponorogo;
3. Panitia diketuai oleh Pembantu Ketua I / Ka.Prodi dengan anggota:
(a) Penerima daftar hadir perkuliahan dari Dosen;
(b) Penerima soal ujian;
(c) Seksi penggandaan soal;
(d) Pelaksana dan pengawas ujian;
(e) Penerima hasil UAS;
(f) Keuangan
(g) Peralatan dan konsumsi;
(h) Pembantu umum
4. Syarat hak mahasiswa mengikuti UTS/UAS adalah mengikuti perkuliahan sekurang-kurangnya 90% dari kehadiran;
5. Bukti hadir mahasiswa kolektif diserahkan oleh dosen/ asisten kepada Panitia UAS berikut keterangan tentang mahasiswa yang berhak mengikuti UAS, selambatlambatanya pada hari terakhir perkualiahannya;
6. Panitia menyiapkan:
(a) Jadwal UAS dengan melakukan koodinasi dengan BAAK;
(b) Catatan mata kuliah yang berhak diikuti oleh setiap mahasiswa sesuai dengan KRS;
(c) Pemeriksaan kesiapan ruang ujian, pengaturan jarak kursi, denah lokasi ujian, dll.

Pasal 6
Pembuatan Soal UTS / UAS

1. Yang berhak menguji adalah dosen. Soal ujian dibuat oleh dosen Pembina, sedang asisten membantu dalam pelaksanaannya;
2. Soal UAS dibuat berdasarkan silabus dan SAP;
3. Soal UAS lebih diarahkan pada kemampuan berpikir, tidak hanya pada kemampuan mengingat;
4. Soal UAS dirancang untuk durasi waktu 90 menit, kecuali mata kuliah tertentu dapat dijadwalakan selama-lamanya 150 menit.
5. Skor yang digunakan adalah rentang 0 – 100
6. Soal diserahkan kepada panitia selambat-lambatnya lima hari sebelum doal itu diujikan; dengan mendapat tanda bukti penerimaan soal dari panitia.

Pasal 7
Penggandaan Soal UTS / UAS

1. Penggandaan soal UAS merupakan tanggung jawab panitia UAS;
2. Panitia bertanggung jawab untuk memelihara kerahasiaan dan ketelitian soal UAS.

Pasal 8
Teknis Pelaksanaan UAS

1. Apabila UAS dilaksanakan secara tertulis, maka panitia harus memperhatikan:
2. Jarak tempat duduk (satu meter antara peserta)
3. Pengecekaan Kartu Hak Ujian
4. Apabila UAS dilaksanakan secara lisan atau tindakan (performace test), hal-hal yang perlu diperhatian adalah:
a) Dosen berkonsultasi kepada panitia tentang waktu ujian, ruang ujian, daftar mahasiwa, fasilitas lain, dan pengumuman kepada peserta;
b) Secara teknis ujian diserahkan kepada dosen yang bersangkutan dengan tetap berpegang kepada silabus dan SAP.

Pasal 9
Tata Tertib UTS / UAS

1. Peserta sudah berada di ruang ujian 10 menit sebelum ujian dimulai;
2. Peserta berseragam STIKes, bersepatu dan tidak memakain kaos, tidak bercelana jeans, tidak berambut gondrong (bagi laki-laki).
3. Peserta tidak membawa buku atau catatan ke dalam ruang ujian;
4. Tidak bertanya atau memberi tahu jawaban kepada peserta lain, bekerjasama dan tidak menyontek.
5. Peserta membawa alat tulis sendiri dan tidak diijinkan meminjam kepada peserta lain.
6. Peserta tidak mengubah posisi tempat duduk;
7. Peserta tidak meninggalkan ruang ujian kecuali atas izin pengawas;
8. Peserta yang terlambat tidak mendapat tambahan waktu;
9. Lembar jawaban hanya diserahkan kepada pengawas UAS;
10. Peserta tidak boleh berisik atau ribut;
11. Peserta yang melanggar tata tertib UAS dicatatan dan dilaporkan oleh pangawas kepada ketua panitia untuk dijadikan bahan pertimbangan penjatuhan sanksainya, dengan tembusan kepada dosen mata kuliah yang bersangkutan.

Pasal 10
Pengawasan UAS

1. Dekan mengangkat dua jenis pengawas, yaitu Pengawas Umum dan Pengawas Khusus;
2. Pengawas Umum terdiri atas personel Pembantu Dekan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, dan Ketua Program Studi/ Bidang; dan Sekretaris Program.
3. Tugas Pengawas Umum adalah:
(a) Mengawas ke setiap ruang ujian secara periodik;
(b) Membantu Panitia Ujian dalam pemeriksaan soal ujian
(c) Menyelesaikan masalah yang terjadi di ruang ujian yang tidak dapat dipecahkan oleh pengawas Khusus;
(d) Menetapkan keputusan bagi mahasiswa yang melanggar tata tertib ujian;
(e) Menginventarisasi masalah-masalah spesifik untuk perbaikan pelaksanaan ujian berikutnya.
4. Pengawas Khusus adalah pengawas yang bertugas di dalam local ujian. Persoaliannya terdiri atas dosen/ asisten, tenaga admistrasi yang bergelar sarjana.
5. Tugas Pengawas Khusus adalah:
(a) Mengambil, dan membagikan kertas dan soal ujian;
(b) Memeriksa Kartu Hak Ujian mahasiswa;
(c) Merapihkan tempat duduk mahasiswa;
(d) Mengumpulkan dan menyusun lembar jawaban mahasiswa;
(e) Memeriksa daftar hadir ujian;
(f) Mengisi berita acara ujian;
(g) Mengingatkan mahasiswa mengenai waktu yang tersedia;
(h) Menyerahkan lembar jawaban dan berita acara kepada Panitia.
6. Tata tertib Pengawas Khusus:
(a) Sudah berada di ruang ujian 10 menit sebelum ujian dimulai;
(b) Selama ujian berlangsung tidak boleh meninggalkan ruang ujian;
(c) Tidak diperkenankan membantu mahasiswa men-jawab soal ujian;
(d) Betul-betul mengawasi ujian, sehingga tidak dibenarkan mengawas sambil membaca buku, koran atau mengobrol dengan sesama pengawas;
(e) Setiap ruangan diawasi oleh sekurang-kuranggnya satu orang pengawas khusus.

Pasal 11
Pemeriksaan Hasil UAS

1. Selambat-lambatnya dua hari setelah diujikan, berkas jawaban UAS harus sudah diterima oleh dosen/ asisten;
2. Lembar jawaban harus diperiksa oleh dosen dan dibolehkan dibantu oleh asistennya;

Pasal 12
Nilai

1. Nilai akhir (NA) keberhasilan studi mahasiswa merupakan penghitungan gabungan komponen evaluasi dengan bobotnya masing-masing, dengan rumus:

3 PF (Porto Folio) meliputi:
a. Tugas Mandiri;
b. Tugas Tersetruktur
c. Penyajian makalah
(Jika komponen portofolio hanya 2 (dua), maka pembagiannya menjadi 5)

2. Nilai akhir mata kuliah mahasiswa diserahkan secara langsung oleh dosen kepada Jurusan/ Program Studi.
3. Nilai akhir dari dosen berbentuk angka dengan rentang 0 – 100. Konversi nilai menjadi simbol huruf A, B, C, D, dan E dilakukan sendiri oleh dosen / asisten dan diserahkan ke Jurusan/ Program Studi untuk langsung dimasukan ke dalam buku legger dan diumumkan.
4. Standar rentang skor, nilai dan bobot penilaian hasil studi adalah sebagai berikut: Rentang Skor Nilai Nilai Bobot
Nilai 85 – 100 : A = 4
Nilai 70 – 84 : B = 3
Nilai 55 – 69 : C = 2
Nilai 40 – 54 : D = 1
Nilai 0 – 39 : E = 0
5. Apabila terjadi 2 (dua) nilai hasil ujian antara hasil ujian utama dan hasil ujian kedua, maka yang diakui adalah hasil ujian yang kedua (hasil ujian / kuliah perbaikan).

Pasal 13
Pengumuman Hasil Ujian

1. Hasil ujian (nilai) diserahkan oleh dosen yang bersangkutan ke Jurusan/ Program Studi selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari setelah mata kuliah tersebut diujikan.
2. Pengumuman dilakukan dengan cara penempelan rekap hasil ujian pada papan pengumuman;
3. Mahasiswa diberi hak menanyakan kepada dosennya mengenai hasil ujian yang dirasakan tidak sesuai dengan perkiraannya, selama lima belas hari setelah diumumkan;
4. Apabila karena sesuatu hal, semiral kurang terpenuhinya komponen penilaian, mahasiswa bersangkutan dapat meminta penyelesaian kepada dosennya, dan hasil diserahkan ke Jurusan / Program Studi.
Pasal 14
Ujian Susulan

1. Mahasiswa yang berhalangan secara legal mengikuti Ujian (UTS / UAS) sesuai jadwal diberi kesempatan menyelesaikan melalui ujian susulan;
2. Syarat dan ketentuan ujian susulan adalah sebagai berikut:
(a) Halangan yang bersangkutan dibuktikan secara tertulis, seperti keterangan sakit dari dokter, atau oleh pihak yang berwenang lainnya.
(b) Mahasiswa tersebut memenuhi sayarat secara akademik maupun administratif untuk mengikuti ujian;
(c) Membawa surat pengantar dari Dekan.
3. Penentuan waktu dan tempat ujian susulan mempertibangkan:
(a) Waktu berdasarkan persetujuan antara dosen dengan mahasiswa;
(b) Ujian susulan dilaksanakan selambat-lambatnya 15 hari terhitung sejak hari terakhir pelaksanaan ujian akhir semester berlangsung;
(c) Bila point B tidak terpenuhi, maka mahasiswa diharuskan mengontrak/ mengambil kembali mata kuliah tersebut.
4. Nilai ujian susulan diserahkan langsung oleh dosen kepada Jurusan/ Program Studi.

Pasal 15
Penghitungan Indek Prestasi Kumulatif (IPK)

1. IPK setiap mahasiswa sudah harus diumumkan selambat-lambatnya lima belas hari setelah hari terakhir ujian akhir semester berlangsung oleh Jurusan/ Program Studi.
2. IPK dihitung setelah nilai angka dari dosen dikonversikan ke simbol huruf A=4; B=3; C=2; D=1 dan E=0;
3. Nilai yang diperoleh dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah mata kuliah yang diambil pada semester tersebut;
4. Rekap IPK dibuat rangkat empat, satu lembar untuk arsip Fakultas; satu lembar untuk arsip Jurusan/ Program Studi; satu lembar untuk dosen pembimbing akademik; dan satu lembar ditempel pada papan pengumuman.

Pasal 16
Pencatatan Nilai

1. Nilai mahasiswa dicatat pada buku di Jurusan/ Program Studi dan dilaporkan ke Pembantu Ketua I.
2. Pencatatan dan pemegang buku legger adalah petugas khusus yang ditunjuk oleh Pembantu Ketua I.

 
Leave a comment

Posted by on November 11, 2013 in News

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: